15 Feb

Agresif, Dalam Sepekan Widar Operasikan Dua Pembangkit Listrik

PT Widar Mandripa Nusantara (Widar) yang merupakan salah satu anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali membuat pencapaian baru. Setelah memasok listrik ke Kawasan Pelabuhan Teluk Lamong, kali ini Widar berhasil memasok listrik sebesar 5 megawatt (MW) ke Pulau Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

 

Pasokan listrik tersebut akan digunakan di kawasan perdagangan bebas Zona II Tanjung Balai Karimun. Pencapaian ini merupakan kerja sama Widar dengan PT Karimun Power Plant (KPP) selaku pemegang wilayah usaha kelistrikan di wilayah tersebut.

 

“Pencapaian ini adalah perwujudan dari komitmen kami untuk terus menyebarkan energi baik ke seluruh wilayah,” kata Direktur Utama Widar, Rizal Wibisono, Kamis (18/01/2018).

 

Rizal mengatakan, penyaluran tenaga listrik sebesar 5 MW itu akan dilakukan bertahap sesuai kebutuhan setrum di kawasan tersebut. “Saat ini, mayoritas pengguna listrik di wilayah tersebut adalah sektor industri,” ujar Rizal.

 

Kehadiran tambahan daya listrik dari Widar ini, menurut Rizal juga memberi manfaat bagi industri di Tanjung Balai Karimun. Sebab, selama ini kebutuhan listrik untuk industri sebagian besar masih dipasok menggunakan genset diesel milik industri masing-masing.

 

“Dengan adanya listrik yang dipasok Widar melalui KPP ini sekaligus membantu industri setempat untuk melakukan efisiensi energi,” ujar Rizal.

 

Efisiensi energi tersebut dilakukan dengan menggunakan pembangkit listrik berbahan bakar gas alam yang disiapkan oleh Widar didukung oleh PT Energi Powerindo Jaya (EPJ). Rizal melanjutkan, PT EPJ ini bekerja sama dengan PT VPower Operation Services (VPOS).

 

Untuk pasokan gas, Rizal mengatakan berasal dari PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) yang juga anak usaha PT PGN dan PT Environment Technology International (ETI). Bentuknya berupa Compressed Natural Gas (CNG).

 

“Sinergi ini diharapkan terus berlanjut sehingga semakin terwujud salah satu komitmen PGN, baik secara langsung maupun melalui anak usahanya dalam menyalurkan energi baik ke pelosok Indonesia,” tutup Rizal.

 

Share this
05 Mei

Roadshow Kendaraan CNG “Bahan Bakar Gas untuk Indonesia”

 

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan bakar gas di dalam negeri, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar acara 11th Natural Gas Vehicle & Infrastructure Indonesia Forum and Exhibition.

Mengusung tagline “Bahan Bakar Gas untuk Indonesia” Rangkaian acara dibuka dengan melepas 15 buah mobil kendaraan berbahan bakar gas di MRU Irti Monas, Jakarta. Pelepasan acara tersebut dipimpin oleh wakil menteri ESDM Bapak Archandra Tahar dan didampingi Dirjen Migas Kementrian ESDM Bapak IGN Wiratmaja Puja.

Kegiatan Ini bertujuan sebagai media komunikasi yang efektif antara pemerintah dan stakeholder sekaligus menjadi wahana sosialisasi pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan.

Pada acara ini,  Bapak Arcandra Tahar mengajak masyarakat luas untuk menggunakan BBG sebagai bahan bakar transportasi karena harga yang lebih murah dan terbukti lebih ramah lingkungan serta dari sisi keekonomian dapat menghemat biaya.

Selain itu, Arcandra juga mengajak pengelola SPBU menyediakan dispenser khusus untuk BBG demi mendukung program pemerintah diversifiksi energi yakni konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas.

Penggunaan BBG sendiri tidak hanya menguntungkan bagi pemerintah karena mengurangi beban subsidi akan tetapi juga menguntungkan bagi para pengguna transportasi dikarenakan biaya operasional yang lebih sedikit karena harga BBG jauh lebih murah dibandingkan BBM yang digunakan sebelumnya.

Share this
05 Mei

Gaslink, Solusi Pendistibusian Gas Tanpa Pipa

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk melakukan inovasi baru untuk memperluas pemanfaatan gas bumi ke masyarakat luas.
Melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia, Gaslink hadir untuk menjangkau daerah-daerah yang belum dijangkau oleh gas pipa sehingga para pelaku usaha seperti industri menengah, hotel dan restoran dapat menikmati keuntungan gas bumi yang bersih, efisien dan ramah lingkungan tanpa harus menunggu pembangunan pipa gas.
Gaslink sendiri merupakan gas bumi yang dikompres sedemikian rupa hingga menjadi Compressed Natural Gas (CNG) yang kemudian didistibusikan menggunakan kendaraan untuk diantar langsung ke pelanggan-pelanggan.
Sampai hari ini, sudah banyak pelanggan seperti hotel, industri hingga restoran yang menggunakan Gaslink sebagai solusi bahan bakar dikarenakan pelanggan dapat menghemat pengeluaran sampai lebih dari 20% dibandingkan penggunaan LPG.
Salah satu pemanfaatan CNG pada hotel adalah untuk bahan bakar memasak dan sebagai bahan bakar boiler untuk fasilitas laundry.

Share this
23 Mar

Hotel Dharmawangsa Kini Memakai CNG

Jakarta, ENNews (23 Maret 2017) – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) makin memperluas pemanfaatan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG). Salah satunya Hotel Dharmawangsa, Jakarta yang kini memanfaatkan CNG untuk bahan bakar memasak serta boiler laundry.

“Mulai awal Maret ini Hotel Dharmawangsa memanfaatkan gas CNG PGN untuk bahan bakar di 5 dapurnya, selain itu mereka juga memanfaatkan CNG untuk boiler laundry,” kata Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia, Ahmad Cahyadi, Kamis (23/3/2017). Gagas Energi merupakan salah satu anak usaha dari PGN.

Cahyadi mengatakan, sebelumnya Hotel Dharmawangsa menggunakan bahan bakar memasak di dapurnya berupa Liquefied Petroleum Gas (LPG). Dengan menggunakan CNG diperkirakan Hotel Dharmawangsa dapat menghemat sekitar 20 persen-50 persen.

“Karena gas CNG dari PGN harganya lebih hemat hampir 50 persen dibanding LPG non subsidi, bahkan kalau harga minyak naik penghematannya bisa lebih besar lagi,” ungkap Cahyadi.

Cahyadi menambahkan, saat ini Gagas Energi makin agresif menawarkan CNG ke masyarakat di daerah-daerah yang belum terbangun jaringan pipa gas bumi. Sehingga energi gas bumi yang efisien dan bersih serta aman dibandingkan bahan bakar lainnya ini makin banyak dinikmati masyarakat.

“Kini makin banyak restoran hingga industri beralih ke gas CNG PGN, contohnya saja Rumah Makan Suharti cabang Rawamangun dan Tendean, lalu ada toko Lapis Bogor Agrinesia, YKK Zipco Indonesia yang memproduksi resleting (zipper) di Karawang, Restoran Top Yammie di Glodok dan banyak lagi,” ungkap Cahyadi.

Vice President Corporate Communication PGN Irwan Andri Atmanto menambahkan, PGN terus mengembangkan infrastruktur baik melalui pipa gas maupun melalui sarana infrastruktur lainnya seperti CNG dan LNG.

“Saat ini PGN adalah pemain utama gas bumi di Indonesia. Infrastruktur pipa gas bumi PGN mencapai 7.278 km atau setara dengan 80 persen pipa gas bumi hilir di Indonesia, dengan volume gas yang disalurkan sebesar 1.599 million standard cubic feet per day (MMSCFD),” kata Irwan.

PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 165.392 pelanggan rumah tangga, 1.929 pelanggan sektor UMKM, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.652 industri manufaktur berskala besar dan pembangkit listrik. (SWS)

Sumber : http://energynusantaranews.com

Share this
15 Agu
15 Agu
19 Mar
09 Mar

Tentang Gagas

PT Gagas Energi Indonesia sebagai anak perusahaan PGN didirikan dengan tujuan melestarikan pertumbuhan bisnis PGN Group, dengan cara memperkuat bisnis inti dan memberikan nilai tambah bagi bisnis PGN.

Peta Situs

Hubungi PGN

1- 500 - 645

Phone : (+62 21) 29071415
Fax : (+62 21) 29071138
contact.information@pgn.co.id

© 2015 PGN Gagas Energi Indonesia. All rights reserved.