15 Jun

Pergantian Komisaris Utama PT Gagas Energi Indonesia Tahun 2017

Tanggal 15 Juni 2017 bertempat di Kantor PGN Bogor, telah dilakukan acara Pisah Sambut Komisaris Utama PT Gagas Energi Indonesia. Bapak Dilo Seno Widagdo yang sebelumya menjabat sebagai Komisaris Utama PT Gagas Energi Indonesia berganti dengan Bapak Gigih Prakoso Soewarto.

Pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham yang dituangkan ke dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Sirkuler PT Gagas Energi Indonesia No.41 Tanggal 21 Juni 2017.

Sekedar informasi, Bapak Gigih Prakoso Soewarto pernah menjabat sebagai SVP Corporate Strategic Growth PT Pertamina tahun 2013 sampai 2017 dan sekarang menjabat sebagai Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Gas Negara (Persero ) Tbk.

 

Sebarkan
15 Jun

PT Gagas Energi Indonesia menggelar acara Buka Bersama di 9 titik Wilayah Operasi

PT Gagas Energi Indonesia kembali menggelar silahturahmi dan buka puasa bersama yang diikuti segenap manajemen karyawan, instansi dan relasi di 9 (sembilan) titik wilayah operasianal yaitu di Bekasi, Klender, Purwakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Lampung, Pekanbaru dan Batam.

Dengan mengusung tema ‘Menebarkan energi baik di bulan baik untuk masa depan lebih baik’, PT Gagas Energi Indonesia merealisasikan program kepedulian sosial dengan memberikan santunan yatim piatu di sekitar wilayah operasi sebanyak 400 anak dan bantuan sosial yayasan sebanyak 30 yayasan sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan rasa kepedulian terhadap sesama.

Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia, Ahmad Cahyadi mengatakan “Kami akan terus berusaha agar bantuan ini terus bertambah setiap tahunnya, sehingga akan lebih banyak anak-anak yatim yang ikut menikmati kebahagian dan kemajuan yang dicapai oleh Perusahaan”.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh PT Gagas Energi Indonesia, yang sekaligus menjadi kesempatan untuk menjalin kebersamaan dan mempererat silahturahmi di lingkungan sekitar operasi Perusahaan.

 

Sebarkan
24 Mei

GAGAS memberikan bantuan kendaraan kebersihan untuk Desa Benda Sukabumi

Sukabumi – Dalam rangka menjalankan program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Gagas Energi Indonesia memberikan bantuan secara simbolis kendaraan kebersihan untuk warga Desa Benda, Sukabumi , Jawa Barat.

“PT Gagas Energi Indonesia melalui program-programnya senantiasa berusaha menjalin kerja sama dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi, dengan kerja sama dan koordinasi yang sinergis diharapkan kehadiran SPBG kami  di desa benda dapat mendatangkan manfaat untuk lingkungan dan masyarakat.” kata Direktur Keuangan PT Gagas Energi Indonesia, Ariadi, di Sukabumi, Rabu (24/5/2017). PT Gagas Energi Indonesia merupakan anak usaha PGN di bidang pemanfaatan gas bumi dalam bentuk CNG(Compressed Natural Gas), LNG dan lainnya.

SPBG Sukabumi adalah salah satu SPBG yang dibangun pada tahun 2016 yang dibangun dan dioperasikan PGN. Pembangunan SPBG merupakan salah satu bentuk komitmen PGN dalam mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Khususnya di sektor transportasi, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2017 tentang Percepatan Pemanfaatan Bahan Bakar Gas untuk Transportasi Jalan.

Editor : MTS Gagas

Sebarkan
15 Mei

PGN Tambah 1 SPBG di Klender Jakarta Timur

Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menambah infrastruktur gas bumi berupa Stasiun Bahan Bakar Gas (SPBG). Peresmian pengoperasian SPBG tersebut bertepatan di Hari Ulang Tahun PGN ke-52 Tahun.

“Tambahan 1 unit SPBG ini merupakan salah satu kado HUT PGN ke-52 Tahun dan bentuk komitmen PGN untuk terus mengembangkan infrastruktur gas bumi di tanah air,” kata Direktur Komersial PT Gagas Energi Indonesia, Dian Kuncoro, di Jakarta, Senin (15/5/2017). Gagas Energi merupakan anak usaha PGN di bidang pemanfaatan gas bumi dalam bentuk CNG(Compressed Natural Gas), LNG dan lainnya.

SPBG yang berlokasi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur tersebut merupakan SPBG ke-11 yang dibangun dan dioperasikan PGN.

SPBG Klender ini memiliki kapasitas sebesar 1 juta kaki kubik per hari (MMscfd), dilengkapi 2 unit NGV Dispenser dan 1 unit trailer dispenser.

NGV (Natural Gas Vehicle) dispenser digunakan untuk melayani transportasi. Sedangkan trailer dispenser digunakan untuk melayani GTM (Gas Transport Module) sebagai moda transportasi CNG ke pelanggan industri dan komersial.

“Selain SPBG, kami juga mengoperasikan 4 Mobile Refueling Unit (MRU). SPBG dan MRU ini tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera dan Kepulauan Riau,” ujar Dian.

Dian menambahkan lagi, pembangunan SPBG merupakan salah satu bentuk komitmen PGN dalam mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Khususnya di sektor transportasi, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2017 tentang Percepatan Pemanfaatan Bahan Bakar Gas untuk Transportasi Jalan.

“Kami akan tetap berkomitmen membangun infrastruktur gas bumi nasional. Saat ini kami sedang mengembangkan infrastruktur SPBG dengan membangun dan mengoperasikan SPBG di wilayah Cilegon dan Serang,” tutup Dian.

Sebarkan
05 Mei

Roadshow Kendaraan CNG “Bahan Bakar Gas untuk Indonesia”

 

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan bakar gas di dalam negeri, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar acara 11th Natural Gas Vehicle & Infrastructure Indonesia Forum and Exhibition.

Mengusung tagline “Bahan Bakar Gas untuk Indonesia” Rangkaian acara dibuka dengan melepas 15 buah mobil kendaraan berbahan bakar gas di MRU Irti Monas, Jakarta. Pelepasan acara tersebut dipimpin oleh wakil menteri ESDM Bapak Archandra Tahar dan didampingi Dirjen Migas Kementrian ESDM Bapak IGN Wiratmaja Puja.

Kegiatan Ini bertujuan sebagai media komunikasi yang efektif antara pemerintah dan stakeholder sekaligus menjadi wahana sosialisasi pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan.

Pada acara ini,  Bapak Arcandra Tahar mengajak masyarakat luas untuk menggunakan BBG sebagai bahan bakar transportasi karena harga yang lebih murah dan terbukti lebih ramah lingkungan serta dari sisi keekonomian dapat menghemat biaya.

Selain itu, Arcandra juga mengajak pengelola SPBU menyediakan dispenser khusus untuk BBG demi mendukung program pemerintah diversifiksi energi yakni konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas.

Penggunaan BBG sendiri tidak hanya menguntungkan bagi pemerintah karena mengurangi beban subsidi akan tetapi juga menguntungkan bagi para pengguna transportasi dikarenakan biaya operasional yang lebih sedikit karena harga BBG jauh lebih murah dibandingkan BBM yang digunakan sebelumnya.

Sebarkan
05 Mei

Gaslink, Solusi Pendistibusian Gas Tanpa Pipa

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk melakukan inovasi baru untuk memperluas pemanfaatan gas bumi ke masyarakat luas.
Melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia, Gaslink hadir untuk menjangkau daerah-daerah yang belum dijangkau oleh gas pipa sehingga para pelaku usaha seperti industri menengah, hotel dan restoran dapat menikmati keuntungan gas bumi yang bersih, efisien dan ramah lingkungan tanpa harus menunggu pembangunan pipa gas.
Gaslink sendiri merupakan gas bumi yang dikompres sedemikian rupa hingga menjadi Compressed Natural Gas (CNG) yang kemudian didistibusikan menggunakan kendaraan untuk diantar langsung ke pelanggan-pelanggan.
Sampai hari ini, sudah banyak pelanggan seperti hotel, industri hingga restoran yang menggunakan Gaslink sebagai solusi bahan bakar dikarenakan pelanggan dapat menghemat pengeluaran sampai lebih dari 20% dibandingkan penggunaan LPG.
Salah satu pemanfaatan CNG pada hotel adalah untuk bahan bakar memasak dan sebagai bahan bakar boiler untuk fasilitas laundry.

Sebarkan
23 Mar

Hotel Dharmawangsa Kini Memakai CNG

Jakarta, ENNews (23 Maret 2017) – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) makin memperluas pemanfaatan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG). Salah satunya Hotel Dharmawangsa, Jakarta yang kini memanfaatkan CNG untuk bahan bakar memasak serta boiler laundry.

“Mulai awal Maret ini Hotel Dharmawangsa memanfaatkan gas CNG PGN untuk bahan bakar di 5 dapurnya, selain itu mereka juga memanfaatkan CNG untuk boiler laundry,” kata Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia, Ahmad Cahyadi, Kamis (23/3/2017). Gagas Energi merupakan salah satu anak usaha dari PGN.

Cahyadi mengatakan, sebelumnya Hotel Dharmawangsa menggunakan bahan bakar memasak di dapurnya berupa Liquefied Petroleum Gas (LPG). Dengan menggunakan CNG diperkirakan Hotel Dharmawangsa dapat menghemat sekitar 20 persen-50 persen.

“Karena gas CNG dari PGN harganya lebih hemat hampir 50 persen dibanding LPG non subsidi, bahkan kalau harga minyak naik penghematannya bisa lebih besar lagi,” ungkap Cahyadi.

Cahyadi menambahkan, saat ini Gagas Energi makin agresif menawarkan CNG ke masyarakat di daerah-daerah yang belum terbangun jaringan pipa gas bumi. Sehingga energi gas bumi yang efisien dan bersih serta aman dibandingkan bahan bakar lainnya ini makin banyak dinikmati masyarakat.

“Kini makin banyak restoran hingga industri beralih ke gas CNG PGN, contohnya saja Rumah Makan Suharti cabang Rawamangun dan Tendean, lalu ada toko Lapis Bogor Agrinesia, YKK Zipco Indonesia yang memproduksi resleting (zipper) di Karawang, Restoran Top Yammie di Glodok dan banyak lagi,” ungkap Cahyadi.

Vice President Corporate Communication PGN Irwan Andri Atmanto menambahkan, PGN terus mengembangkan infrastruktur baik melalui pipa gas maupun melalui sarana infrastruktur lainnya seperti CNG dan LNG.

“Saat ini PGN adalah pemain utama gas bumi di Indonesia. Infrastruktur pipa gas bumi PGN mencapai 7.278 km atau setara dengan 80 persen pipa gas bumi hilir di Indonesia, dengan volume gas yang disalurkan sebesar 1.599 million standard cubic feet per day (MMSCFD),” kata Irwan.

PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 165.392 pelanggan rumah tangga, 1.929 pelanggan sektor UMKM, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.652 industri manufaktur berskala besar dan pembangkit listrik. (SWS)

Sumber : http://energynusantaranews.com

Sebarkan
24 Jun

PT Gagas Energi Indonesia Menggelar Pasar Murah

CICURUG – Anak Perusahaan Gas Negara (PGN) PT Gagas Energi Indonesia menggelar pasar murah sembako khusus warga di lingkungan terdekat dengan Stasiun Pengisian Bahan Gas (SPBG) di Kampung/Desa Benda Kecamatan Cicurug, kemarin (24/6). Dalam pasar murah ini disediakan sebanyak 1.000 paket sembako yang terdiri dari 2 kilogram minyak goreng dalam kemasan, 2 kilogram gula pasir dan 10 kilogram beras. Paket tersebut seharga Rp150 ribu, namun bagi warga yang mendapat kupon hanya cukup membayar Rp25 ribu.

 

“Pasar murah ini merupakan program dari Kementerian BUMN serta PGN dan anak perusahaannya PT Gagas Energi Indonesia. Jadi program ini memberikan sembako dengan nilai Rp150 ribu yang dijual kepada masyarakat hanya Rp25 ribu. Isi paketnya itu ada minyak, gula serta beras seberat 10 kilogram,” ujar Manajeman PT Gagas Energi Indonesia, Ariadi.

 

Ia menambahkan hasil penjualan yang Rp25 ribu dari masyarakat ini selanjutnya akan terkumpul dan disumbangkan lagi kepada masjid di sekitar lingkungan SPBG ini. Adapun kegiataan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia karena merupakan program Kementerian BUMN.

Sedangkan, untuk di Sukabumi dipusatkan di satu titik tepatnya di Desa Benda, Kecamatan Cicurug. “Pasar murah ini merupakan bagian dari CSR (dana sosial) dan lingkungan dari BUMN. Adapun bentuk CSR yang lain bisa dalam bidang keagamaan, sosial, kemudian pendidikan hingga beasiswa. Harapan dari kegiatan ini  mendapatkan satu respons yang positif tanggung jawab kita dalam bentuk pengembalian dari hasil keuntungan perusahaan kepada masyarakat sekitar. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun,” jelasnya.

 

Ariadi menuturkan, PT Gagas Energi Indonesia hadir di Sukabumi dalam bentuk pembangunan SPBG. Perusahaan tersebut berperan serta dalam konversi energi yang dicanangkan pemerintah yaitu penggunaan bahan bakar murah dan energi yang lebih bersih tidak mencemari lingkungan. Terlebih, sumber gas yang berasal dari bumi Indonesia. Usai Lebaran SPBG ini akan dioperasikan dan siap melayani kendaraan berbahan bakar gas dari mulai angkutan umum, mobil pribadi, bus hingga truk.

“Saat ini PT Gagas sedang mengembangkan usaha, kita mencoba untuk melakukan apa yang diamanatkan oleh pemerintah, konversi ini khususnya. Saat ini sedang dilakukan pembangunan SPBG di wilayah-wilayah yang lain. Tapi yang saat ini sudah siap untuk dioperasikan SPBG Sukabumi,” tuturnya.

 

 Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Benda, Andi Mulyasana mengatakan, penerima kupon pasar murah ini berasal dari 47 RT di 11 RW. Menurut dia, sebelumnya juga tepatnya dua bulan lalu dilaksanakan santunan untuk warga yang tidak mampu. Adapun manfaat pasar murah ini begitu terasa karena membantu masyarakat mencukupi kebutuhannya di saat Ramadan. Ia berharap kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh perusahaan lain apalagi menjelang Idul Fitri.

“Mudah-mudahan dengan ini seluruh perusahaan yang ada di Desa Benda bisa termotivasi di saat CSR-nya bisa diberikan kepada masyarakat apalagi di kala momen-momen seperti ini,” jelasnya. (dri)

Sebarkan
15 Agu
15 Agu

Tentang Gagas

PT Gagas Energi Indonesia sebagai anak perusahaan PGN didirikan dengan tujuan melestarikan pertumbuhan bisnis PGN Group, dengan cara memperkuat bisnis inti dan memberikan nilai tambah bagi bisnis PGN.

Peta Situs

Hubungi PGN

1- 500 - 645

Phone : (+62 21) 29071415
Fax : (+62 21) 29071138
contact.information@pgn.co.id

© 2015 PGN Gagas Energi Indonesia. All rights reserved.